Tuesday, January 31, 2012

The Importance Of Human Needs


Human Needs And Their Fulfillment

Even though we are all different, we each have the same 6 basic human needs. These needs must be satisfied, otherwise we feel uncomfortable where we are, with our lives and ultimately with ourselves. Each of these 6 needs therefore have a very strong influence on your behavior, and even affect the type of success you achieve in life.

Security

The first and most fundamental human need, is the need for security. This need can come in many forms, such as the need for financial security, physical security or emotional security.

Before any other need is fulfilled people always seek to obtain a minimum amount of security in their lives. For example, if you were being chased by a tiger, your first concern would be finding safety. You would then think about other things such as finding something to eat. Providing you didn't get eaten first!

The amount of security we settle for will vary, although in general people make sure that they have a minimum amount of security first (such as finding a house to live in) before they move onto fulfilling other needs. Later this need may be returned to, and greater security may be sought after.

Comfort

Once you have an acceptable level of security in your life, the next natural human need is that of comfort. So once you have that house to live in, you will now want to decorate and add furniture to it. So that it is comfortable to live in.

The need for comfort can be an extremely powerful motivator of human behavior, as quite simply, people like to feel comfortable! However this need always comes after you feel secure where you are.

Leisure

Once you have obtained an acceptable level of security and comfort, your next need is for leisure. People value leisure time very highly, and so behavior is strongly motivated to achieve it. However leisure is a double edged sword.

People who value leisure too much may fail to fulfill other needs, such as by becoming lazy and lacking ambition. Conversely people may become highly productive in order to be able to experience leisure, such as by going on holiday.




Love

Love is perhaps one of the most strongest human needs, and can make people do all kinds of things. We all value love, and go to great lengths to obtain it. Without love, we feel lonely and our self esteem suffers.

Respect

Everyone desires to be respected by others. As children we often do things to impress our friends in order to gain their respect, and we do the same although in different ways, as adults.

Respects makes a person feel important and valuable. Without respect you will question your worth and importance as a person.

Purpose

Without purpose you will lack direction and meaning in life. Purpose is something that you believe you were put here to accomplish. It is why you exist and what you work for.

However many people struggle to find their true purpose in life, but for those that do, there can be perhaps no other stronger human need that will inspire and motivate behavior.

Importance Of Our Human Needs

As you can see, people all have the same basic human needs. However we are all different in how we choose to fulfill those needs. Some people may be happy with just security, comfort and leisure. Whilst others strive to fulfill all their needs.

For those who choose to fulfill only a few needs, they usually experience lots of fulfillment in one area of their life, such as comfort. However this is ultimately affected by the lack of fulfillment in other areas of their life, such as security.

For example, if all you are concerned about is comfort, and don't bother to get a job, ultimately your security will be threatened as you will no longer be able to pay the bills. Therefore in order to experience true fulfillment and satisfaction in life, it is essential to work on fulfilling all your basic needs.

Tuesday, January 24, 2012

5 Strategi Saat Bertengkar dengan Pasangan

VIVAnews - Masing-masing orang memiliki cara berbeda mengungkapkan pendapat saat tidak sepakat dengan orang lain, termasuk saat berbeda pandangan dengan pasangan.  Tak jarang, perbedaan ini menyulut pertengkaran.

Disadari atau tidak, bagaimana cara pasangan bertengkar akan memengaruhi kelanjutan hubungan. Wanita menangani konflik dengan cara yang sama sekali berbeda daripada pria. Jika Anda ingin berkomunikasi secara efektif dengan pasangan hidup Anda, sebaiknya berbicaralah menggunakan 'bahasa'-nya.

Berikut adalah lima tips agar hubungan semakin dekat setelah bertengkar, seperti dikutip dari Betty Confidential.

1. Berpikir sebelum bicara
Wanita cenderung emosional dan reaksioner, sementara pria tidak merespon dengan baik dua hal ini. Pria lebih suka membicarakan sesuatu dengan cara rasional dan tenang. Bila marah, luangkan waktu sebentar untuk menganalisis apa yang membuat Anda marah dan mengapa hal itu mengganggu Anda. Kemudian, bicarakan hal itu pada pasangan dengan singkat dan jelas.

Jangan pernah mengirim surat elektronik saat Anda benar-benar merasa marah, tapi tunggu 24 jam lagi dan bacalah kembali apa yang telah Anda tuliskan sebelum benar-benar mengirimnya.

2. Tidak menaikkan volume suara
Jika Anda ingin didengar, jangan berteriak, yang  hanya akan merusak pita suara. Lagipula pria hanya bereaksi pada teriakan sebagai sebuah kebisingan yang mengganggu.

Strategi yang lebih baik adalah dengan menggunakan "suara hati" Anda. Bayangkan bayi sedang tidur dan Anda tidak ingin membangunkannya saat mengeluarkan uneg-uneg Anda.

3. Jangan 'ungkap' masalah di media sosial
Jangan melampiaskan semua masalah yang Anda hadapi di laman akun Facebook atau Twitter sehingga semua orang mengetahuinya.

Perlu diingat, tidak ada yang lebih kuat daripada tulisan, dan Anda akan sulit menghapus efeknya kembali. Jika Anda menyatakan kemarahan atas kelakuan buruk pasangan, lakukan aktivitas fisik yang melelahkan seperti hiking di atas gunung sebelum meneriakkan kekesalan hati.

Jika Anda memberitahu semua teman mengenai perilaku yang membuat Anda kesal, semua orang akan melihatnya sebagai orang yang buruk seterusnya. Terlebih lagi saat dia tahu Anda mengecamnya secara terbuka, Anda mungkin akan sulit menerima permintaan maafnya. Plus, hal itu membuat Anda terlihat emosional, dan jahat.

4. Pertimbangkan pendapat Anda
Saat mengalami masalah, hal pertama yang dilakukan banyak wanita adalah meminta pendapat teman maupun teman pasangan untuk memberi masukan. Walaupun menerima nasehat yang sama secara berulang-ulang, jika belum mendengar apa yang mereka inginkan, biasanya wanita tetap berharap salah satu temannya akan memberi solusi yang dia harapkan.

Ingatlah, tidak peduli apa yang dikatakan teman, yang terpenting adalah apa yang Anda pikirkan. Daripada menarik semua orang ke dalam drama hidup Anda, lebih baik hindari kebisingan dan carilah ketenangan sendiri selama beberapa waktu. Meditasi dan mengosongkan pikiran akan membuat jawabannya jelas bagi Anda. Konfusius mengatakan, "Mereka yang memiliki masalah, juga memiliki jawabannya."

5. Jangan mengungkit masa lalu
Bila sedang marah dengan pasangan, jangan memunculkan kembali isu lama yang terjadi enam bulan lalu. Jika Anda merasa ada masalah hari ini, ungkapkan saja dalam satu-dua hari. Jangan marah karena hal yang mungkin telah dia lupakan, sebab membuatnya tidak mengerti mengapa Anda marah.

Selesaikan masalah dengan cepat dan jelas, setelah itu tutup rapat-rapat. Tinggalkan masa lalu di belakang kecuali Anda ingin menjadi bagian dari masa lalu pasangan.

Selamat mencoba! (eh)

Wednesday, January 18, 2012

Atasi Bau Mulut


Anda sudah rajin menyikat gigi dan berkumur dengan mouthwash sesudah Anda makan, tapi kok masih bau ya? Bahkan Anda sudah mencoba berbagai alat yang disarankan para ahli, ah tapi usaha Anda tampaknya sia-sia.

Jangan dulu putus asa, ada beberapa tips dari saya yang akan mengatasi masalah bau mulut Anda. Ini dia:

1. Buat jadwal diet veggie (sayuran) untuk Anda, harus sayuran mentah ya. Setidaknya konsumsi 50% sayuran mentah setiap hari selama 2 minggu. Dan lakukan diet veggie Anda secara rutin.

2. Pastikan setiap hari Anda minum 1 - 1,5 liter air mineral.

3. Hindari makanan-makanan yang menimbulkan aroma tak sedap, contohnya bawang merah, kopi, dan es krim.

4. Pastikan sikat gigi Anda selalu bersih dari kuman, rendam sikat gigi dengan air panas minimal seminggu sekali agar kuman-kuman yang menempel kabur dari sikat gigi Anda.

5. Hindari semua jenis produk yang mengandung tembakau, khususnya rokok, mereka para perokok cenderung memiliki bau mulut yang luar biasa. Ah sudahlah jangan pernah Anda membayangkan jika para perokok dikumpulkan di satu ruangan, lebih baik Anda baca tips selanjutnya saja.

6. Konsumsi buah-buahan segar dan sayuran setiap hari, jangan pernah melewatkan tips yang satu ini ya, karena manfaatnya tak hanya untuk mencegah bau mulut saja. Efek kesehatan lain juga dapat Anda rasakan

Thursday, December 15, 2011

10 Habits Cause of Diabetes


Share this article via:        Published on 7 - 12 - 2009 | 11 comments

DokterSehat.com - Here are a few things of everyday living habits could be the cause of diabetes:
1. Sweet teaThe explanation is simple. The high intake of sugar causes blood sugar levels soaring. Yet the risk of excess calories. A glass of sweet tea contains approximately 250-300 calories (depending on thickness). Caloric needs of an average adult woman is 1900 calories per day (depending on activity). Of course our sweet tea was able to 1000-1200 calories. Currently plus three meals of rice and side dishes.Should be assumed that every day we are excess calories. End: obesity and diabetes.
Substitutes: Water, tea without sugar, or limit consumption of sugar is not more than two teaspoons a day.
2. FriedBecause of the small, one fried not enough for us. Fried is one of high risk factors trigger degenerative diseases, like cardiovascular, diabetes mellitus, and stroke.The main cause of cardiovascular disease (PCV) is the blockage of coronary arteries, with one of the main risk factor was dyslipidemia. Dyslipidemia is a disorder of lipid metabolism characterized by elevated levels of total cholesterol, LDL (bad cholesterol) and triglycerides, and decreased levels of HDL (good) cholesterol in the blood. Increasing the proportion of dyslipidemia in the community due to the habit of eating a variety of foods low in fiber and high in fat, including fried.
Substitutes: Nuts Japan, or fruit pie.
3. Like snackingWe thought that by limiting the afternoon or evening may shy away from obesity and diabetes. Because not full, the stomach is filled with a piece or two pieces of biscuits and snacks like potato chips. In fact, biscuits, potato chips, and other sweet pastries containing high carbohydrate content and without adequate food. All the food is classified in foods with high glycemic index. Meanwhile, sugar and flour contained in it have a role in raising blood sugar levels.
Substitutes: fresh cut fruit.
4. Lack of sleep.
If the quality of sleep is not obtained, so disturbed metabolism. Research experts from the University of Chicago revealed that lack of sleep for 3 days resulted in the body's ability to process glucose decreased dramatically. That is, the risk of diabetes increases. Lack of sleep also can stimulate the kind of hormone in the blood that trigger appetite. Driven hunger, people with sleep disorders triggered by eating high-calorie foods that make blood sugar levels rise.
Solution: Sleep is not less than 6 hours a day, or should be 8 hours a day.
5. Lazy physical activityWorld Health Organization (WHO) says diabetes cases in the countries of Asia will rise by 90 percent within the next 20 years. "In 10 years, the number of diabetics in Hanoi, Vietnam, doubled. Why? In this city, people prefer riding than cycling, "said Dr. Gauden Galea, WHO Advisor for Non Communicable Diseases in the Western Pacific Region.In conclusion, those who are less physically active have a higher risk of obesity than those who diligently biking, hiking, or other activities.
Solution: Biking to the office.
6. Often stressStress just as a flood, must be channeled to a big flood. When stress comes, the body will increase production of the hormones epinephrine and cortisol blood sugar to rise and there are reserves of energy to move. Our bodies are designed in such a way as to the best of intentions. However, if the blood sugar continues triggered by prolonged stress with no way out, might as well commit suicide slowly.
Solution: Talk to people who are considered problematic, or tell me the closest friends.
7. Addicted to cigarettesAn American study involving 4572 volunteer men and women found that active smokers the risk of diabetes rose by 22 percent. It added that the increase in risk is not just caused by smoking, but the combination of unhealthy lifestyles, such as diet and exercise.
Substitutes: sugar-free candy. A more progressive way is to follow the hypnotherapy. Choose a hypnotherapist who is experienced and certified.
8. Using the contraceptive pillMost of the contraceptive pill is made from a combination of estrogen and progestin, or progestin alone. Combination pills often cause changes in blood sugar levels. According to Dr. Dyah Purnamasari S, Sp PD, from the Division of Metabolic Endocrinology RSCM, hormonal contraceptive pills work against insulin. Because insulin work unopposed, the pancreas is forced to work harder to produce insulin. If left too long, the pancreas becomes tired and not functioning properly.
Solution: Limit the use of hormonal pills, no more than 5 years.
9. Scared black leatherAccording to the journal Diabetes Care, women with high intake of vitamin D and calcium at low risk of type 2 diabetes. Apart from food, the best source of vitamin D in sunlight. Twenty minutes exposure to sunlight in the morning is sufficient for vitamin D for three days. Several recent studies, among which was published by the American Journal of Epidemiology, suggests that vitamin D also helps order metabolism of the body, including blood sugar.
Solution: Use a sunscreen cream before the "sun" in the morning sun for 10-15 minutes.
10. Avid sodaFrom research conducted by The Nurses' Health Study II of 51,603 women aged 22-44 years, found that increased consumption of soft drinks to make weight and the risk of diabetes soared. The researchers said the increased risk was due to the existing content of sweetener in soft drinks. In addition, liquid calories do not make us full so motivated to drink more.
Substitutes: cold juice without sugar.

Sunday, December 11, 2011

Penanganan Diare pada Bayi dan Anak Balita di Tingkat Rumah Tangga

Written by dr. Awi Muliadi Wijaya, MKM   

(Tulisan ini ditujukan bagi kader kesehatan dan orang tua yang memiliki bayi dan anak balita)

 

Penyakit apakah yang paling sering menyebabkan kematian pada bayi dan anak balita di Indonesia? Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, penyakit Diare menempati posisi teratas (nomor satu terbanyak) sebagai penyebab kematian bayi (usia 29 hari - 11 bulan) dan balita (usia 12 - 59 bulan), sedangkan sebagai penyebab kematian kedua terbanyak pada kelompok bayi dan balita adalah penyakit Pneumonia. Insiden Rate (IR) penyakit diare cenderung meningkat (naik) dari tahun ketahun, pada tahun 2000 IR Diare sebesar 301/1000 penduduk, tahun 2003 IR Diare menjadi 374/1000 penduduk, tahun 2006 menjadi 423/1000 penduduk, dan tahun 2010 sebesar 411/1000 penduduk. Catatan: Insiden Rate (IR)  adalah jumlah kasus baru suatu penyakit selama jangjka waktu tertentu (umumnya 1 tahun) dibandingkan jumlah penduduk yang tinggal di wilayah tersebut pada jangka waktu tersebut atau pada pertengahan tahun. Rumus IR: (jumlah penderita baru/jumlah penduduk) x 100 %.

   

Apakah Diare itu?

Pada umumnya kita semua sudah tahu apa itu diare atau yang biasa disebut 'mencret'. Menurut definisi Badan Kesehatan Dunia (WHO), Diare adalah buang air besar dengan frekuensi lebih sering (lebih dari 3 kali sehari) dan bentuk tinja lebih cair dari biasanya.

 

Penyebab Diare pada Bayi dan Anak Balita

Ada beberapa penyebab anak terkena diare, antara lain:

Bayi/balita diberikan makanan dan atau minuman yang tidak bersih sehingga saluran pencernaannya terinfeksi virus, bakteri atau parasit penyebab diare.

Alergi susu formula atau susu lainnya.

Bayi diberi makanan yang tidak sesuai dengan umurnya.

Keracunan makanan.

Sumber/cara penularan diare antara lain:

Penggunaan sumber air yang sudah tercemar mikroba dan tidak memasak air sampai mendidih.

Bayi/balita bermain di tempat kotor atau bermain mainan yang kotor, kemudian menghisap jari tangannya atau memasukkan mainan yang kotor kemulutnya.

Pencucian alat-alat makan dan minum (piring dan sendok) memakai air yang tidak bersih; botol susu tidak direbus/diseduh sebelum dipakai.

Orang yang menyiapkan makanan anak tidak mencuci tangan dengan air bersih dan sabun (terutama setelah buang air besar).

dan lain-lain.

Tanda-tanda Dehidrasi pada Bayi dan Anak Balita

Ketika diare, anak mengalami kehilangan banyak cairan dan elektrolit melalui pembuangan tinja yang cair. Bila hilangnya cairan dan elektrolit ini tidak mendapat penggantian secara adekuat maka anak akan mengalami kekurangan cairan dan elektrolit yang disebut 'Dehidrasi'. Ada 3 jenis dehidrasi: ringan, sedang dan berat.

 

Orang tua harus dapat menilai ada tidaknya tanda-tanda dehidrasi pada bayi dan anak balita yang terkena diare. Perhatikan adakah tanda-tanda dehidrasi. Bayi dan anak balita telah mengalami dehidrasi bila menunjukkan adanya dua atau lebih tanda-tanda dehidrasi dibawah ini, yaitu:

Pada dehidrasi ringan sampai sedang: Anak tampak rewel atau gelisah, anak kehausan dan minum dengan lahap, tes cubitan dikulit perut (turgor) kembalinya lambat, mata tampak lebih cekung daripada biasanya.

Pada dehidrasi berat: kesadaran berkurang atau anak tidak sadar, mata cekung, anak tampak sangat lesu/lemah, tidak bisa minum atau malas minum, tes cubitan pada kulit perut (turgor) kembalinya sangat lambat (2 detik atau lebih), air kencing sedikit atau anak tidak kunjung kencing.

Pada bayi (usia kurang dari 12 bulan), ubun-ubun kepala terlihat/teraba cekung pada dehidrasi berat.

 



Gambar cara pemeriksaan turgor pada kulit perut anak.

Sumber: WHO, 2009, Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit.

 

Jenis-jenis diare dan tanda-tandanya yaitu:

Diare cair akut: diare lebih dari 3 kali perhari dan berlangsung kurang dari 14 hari.

Kolera: diare dimana tinja yang keluar seperti air cucian beras, berbau busuk, jumlahnya banyak dan sering serta cepat menimbulkan dehidrasi berat.

Disentri: diare dimana tinja yang keluar disertai darah dan atau lendir.

Diare persisten: diare yang berlangsung lebih dari 14 hari.

Diare dengan gizi buruk: diare jenis apapun yang disertai keadaan gizi buruk.

Diare terkait antibiotik: diare yang berhubungan/disebabkan oleh pemberian antibiotik oral spektrum luas.

Bagaimana cara mencegah diare pada bayi dan anak balita?

Berikan Air Susu Ibu (ASI) saja sampai bayi berusia 6 bulan.

Setelah anak berumur 6 bulan, disamping ASI diberikan juga makanan pendamping ASI (MP-ASI) secara bertahap dalam jumlah maupun kelembutannya. Bayi yang menginjak usia 6 bulan diberikan makanan lembek (setengah cair) dalam jumlah sedikit-sedikit, kemudian ditingkatkan jumlahnya secara bertahap dan kelembutannya juga ditingkatkan secara bertahap minggu demi minggu. Semua ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan pencernaan bayi menyesuaikan diri.

Masaklah air untuk diminum sampai mendidih.

Biasakan mencuci tangan memakai sabun dan air bersih yang mengalir  sebelum menyiapkan makanan bayi dan anak balita, sebelum memegang bayi, setelah buang air besar, dan setelah membersihkan bayi dan anak balita dari buang air besar.

Biasakan mencuci alat-alat makan dan minum dengan air bersih serta membilas dengan air matang sebelum dipakai, merebus/menyeduh botol susu bayi dan balita sebelum dipakai.

Biasakan buang air besar di WC/jamban.

Biasakan membuang sampah pada tempatnya.

Membuang air limbah rumah tangga pada sarana/saluran pembuangan limbah yang tersedia.

Hindari menghaluskan makanan bayi memakai mulut orang tua seperti banyak terjadi di beberapa provinsi tertentu di Indonesia.

Jangan biasakan anak-anak bermain di tempat yang kotor.

Ajari dan biasakan anak balita mencuci tangan memakai air bersih dan sabun sebelum makan.

Tutup makanan dan minuman dan ditaruh ditempat yang aman dan bersih sehingga terhindar dari berbagai binatang.

Hindari memberi makanan yang sudah basi/agak basi/berjamur/bulukan kepada anak. Hangatkan terlebih dahulu lauk-pauk yang sudah disimpan sejak kemarin.

Bila memakai air minum kemasan, jangan memilih yang kualitas/kebersihannya diragukan.

dan lain-lain

Penanganan Diare pada Bayi dan Anak Balita
Tindakan yang perlu dilakukan di tingkat rumah tangga bila bayi atau anak balita terkena diare adalah:

Berikan Air Susu Ibu (ASI) lebih sering. Bila anak mendapat susu formula, berikan lebih sering.

Makan seperti biasa dan minum lebih sering. Pemberian makanan selama diare bertujuan untuk memberikan gizi agar anak tetap kuat dan bertumbuh, serta mencegah berkurangnya berat badan.

Setelah diare berhenti, anak diberikan makanan 'ekstra' selama 2 minggu untuk membantu pemulihan berat badan.

Berikan segera cairan oralit setiap kali bayi atau anak balita buang air besar. Bila tidak ada oralit, berikan air matang, kuah sayur atau air tajin. Oralit yang sekarang beredar di pasaran pada umumnya oralit dengan osmolaritas rendah yang dapat mengurangi rasa mual dan muntah.

Jika bayi atau anak balita muntah, tunggu 10 menit kemudian lanjutkan lagi pemberian cairan oralit sedikit demi sedikit.

Lanjutkan pemberian cairan tambahan sampai diare berhenti.

Jangan berikan obat apapun kecuali obat dari petugas kesehatan atau dokter. Pemberian obat anti diare dapat membahayakan bayi dan anak balita.

Segera bawa bayi/anak balita berobat ke petugas kesehatan bila: a) diare terus berlanjut dan anak terlihat lemah atau menderita dehidrasi, b) anak selalu memuntahkan apapun yang dimakan/diminum, c) anak menderita kolera atau disentri (lihat tanda-tanda kolera dan disentri pada tulisan di atas).

Pemberian tablet Zinc selama anak diare

Zinc (atau bahasa Indonesianya Seng) merupakan zat mikronutrien yang penting untuk kesehatan, antara lain berguna untuk perkembangan tubuh balita, meningkatkan daya tahan (imunitas) tubuh, dan mempercepat penyembuhan luka. Ketika anak diare, 'zinc' juga ikut hilang dalam jumlah besar bersama dengan tinja. Oleh karena itu sangat perlu bagi anak yang menderita diare diberikan asupan Zinc untuk mengganti zinc yang hilang selama diare.

 

Hasil riset telah membuktikan bahwa pemberian zinc kepada anak yang menderita diare bermanfaat untuk: mempercepat proses penyembuhan diare, mengurangi lamanya diare, mengurangi tingkat keparahan diare, menurunkan kejadian diare pada 2-3 bulan setelah diare dan menjaga anak tetap sehat pada bulan-bulan berikutnya. Mintalah/ingatkan petugas kesehatan untuk memberikan tablet zinc bagi anak yang menderita diare. Petugas kesehatan akan memberikan tablet zinc dengan dosis:

Untuk anak berusia < 6 bulan: 1/2 (setengah) tablet atau 10 mg perhari selama 10 hari.

Untuk anak berusia lebih dari 6 bulan: 1 tablet atau 20 mg perhari selama 10 hari.

Gangguan gizi selama anak diare

Selama anak diare, terjadi penurunan asupan makanan, penurunan penyerapan zat-zat makanan (nutrisi), dan peningkatan kebutuhan nutrisi. Hal ini secara bersama-sama seringkali menyebabkan penurunan berat badan anak selama diare dan setelah diarenya selesai, selanjutnya dapat menyebabkan kegagalan atau tertahannya pertumbuhan anak atau anak mengalami gangguan gizi.

 

Gangguan gizi dapat menyebabkan diare menjadi lebih lama, lebih parah, dan lebih sering dibandingkan diare yang terjadi pada anak tanpa gangguan gizi. Oleh karena itu anak perlu diberikan makanan yang kaya gizi selama diare dan ketika anak sehat.

 

Referensi

WHO, 2009, Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit, Pedoman Bagi Rumah Sakit Rujukan Tingkat Pertama di Kabupaten/Kota.

Pusat Promosi Kesehatan, Departeman Kesehatan RI, 2009, Diare

http://medicastore.com/artikel/261/Diare_pada_Bayi_dan_Anak.htm

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2008, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, Laporan Nasional 2007.

Khasiat Jeruk Nipis untuk Menurunkan Kolesterol

Jeruk nipis sudah terkenal memiliki berbagai macam khasiat untuk kesehatan. Salah satunya ialah dalam hubungannya untuk menurunkan kadar kolesterol atau kadar lemak dalam darah.

Berikut tips-tipsnya:
Pilih jeruk nipis yang segar lalu cuci dengan bersih
Belah jeruk nipis menjadi empat bagian, lalu iris tipis-tipis
Masukkan irisan tadi kedalam gelas. Irisan jeruk nipis tadi adalah irisan yang lengkap dengan kulit nya
Tuangkan air panas hingga penuh, kemudian tutup rapat
Tunggu kira-kira 30 menit, lalu minum sampai habis
Lakukan secara rutin, sehari dua kali pagi dan malam

Berdasarkan penelitian, kulit jeruk nipis mengandung minyak yang berguna untuk kesahatan. Selain itu, jeruk nipis tidak mengakibatkan nyeri pada lambung.

Sumber: kompas.com

Friday, December 9, 2011

Cholesterol

Cholesterol is a fatty molecule in the cell is divided into LDL, HDL, total cholesterol and triglycerides. Cholesterol is actually one component of fat. As we know, fat is one of the very nutrients needed by our body in addition to other nutrients such as carbohydrates, proteins, vitamins and minerals. Fat is one energy source that provides the highest calories. Besides, as one source of energy, especially fat or cholesterol actually is a substance that is needed by our body, especially to form the walls of the cells in the body. Cholesterol is also the basic ingredients of the formation of steroid hormones. Cholesterol we need it, is normally produced by the body in the right amount. But he could be increased in number due to intake of foods derived from animal fats, eggs and so-called junk food (junk food). Excessive cholesterol in the body will be buried in the walls of blood vessels and cause a condition called atherosclerosis which is a narrowing or hardening of the arteries.This condition is a precursor of heart disease and stroke.

From the liver, cholesterol is transported by a lipoprotein called LDL (Low Density Lipoprotein) to be brought to the body cells that require, including the heart muscle cells, brain and others in order to function properly. Excess cholesterol will be transported back by a lipoprotein called HDL (High Density Lipoprotein) to be brought back to the liver will be described hereinafter and is cast out into the gallbladder as an acid (liquid) bile. LDL contains more fat than HDL so that it will float in the blood. The primary proteins that make up the Apo-B LDL (apolipoprotein-B). LDL is considered as the fats are "bad" cholesterol because it can cause sticking on the walls of blood vessels. In contrast, HDL is known as the fat is "good" because of the operation he was clearing excess cholesterol from blood vessel walls to transport it back to the liver. The primary proteins that make up HDL are Apo-A (apolipoprotein). HDL has less fat content and have a high density so that more weight.

Causes of Cholesterol
consumption of foods high in fat and cholesterol sources (such as greasy foods, bersantan, fast food), alcohol and excessive sugar.

  Handling hypercholesterolemia
·         Eat foods high in fiber, use oil-MUFA (mono-unsaturated fatty acids) and PUFA (poly-unsaturated fatty acids), supplementation with fish oils, vitamin antioxidants and maintain ideal weight.
·         If pengatura lifestyle is not capable of lowering blood cholesterol levels, then the patient should take the medicine. Drugs that can be used are:
a. Acid class of fibrates à Gemfibrozil, fenofibrate and Ciprofibrate. Fibrates decrease the production of LDL and increase HDL levels. LDL stacked in the arteries thereby increasing the risk of heart disease, while HDL protects arteries of buildup that.
b. Group à cholestyramine resin (Chlolestyramine) Antihiperlidemik drug works by binding to bile acids in the intestine and increase the removal of LDL from the bloodstream.
c. HMGCoa reductase inhibitor class à Pravastatin, Simvastatin, Rosavastatin, Fluvastatin, Atorvastatin.Inhibiting the formation of cholesterol by inhibiting the action of the enzyme in the liver tissue that produces mevalonate, a small molecule that is used to synthesize cholesterol and mevalonate derivatives. Besides increasing the disposal of LDL from the bloodstream.
d. Nicotinic acid niacin à Group With large doses of nicotinic acid is indicated to increase the HDL or good cholesterol in the blood.
e. Group of ezetimibe Lowers total cholesterol and LDL also increases HDL by reducing cholesterol absorption in the intestine.